SEKILAS INFO
  • 2 bulan yang lalu / Surat Edaran Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 & Transformasi Pemulihan Ekonomi Kota Bekasi Nomor 443.1/795/SET.COVID19.
  • 2 bulan yang lalu / Maka sejak 19 Agustus 2021 Masjid Agung AL BARKAH Kota Bekasi, di BUKA untuk Jama’ah UMUM.
  • 2 bulan yang lalu / Pemerintah Kota Bekasi dan DKM Masjid Agung Al Barkah Kota Bekasi mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriah 1443H dan HUT RI ke-76.
WAKTU :

Guru & Kualitas Pendidikan Islam (2)

Terbit 2 Mei 2021 | Oleh : Ahmad Faisal | Kategori : Pendidikan Islam
Guru & Kualitas Pendidikan Islam (2)

Seorang yang berprofesi guru, yang mau menerima sebuah pekerjaan sebagai pendidik, jika ia mempersiapkan diri dengan kemampuan untuk melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya tersebut sesuai dengan yang dituntut oleh sekolah, maka kualitas kinerja mereka merupakan suatu kontribusi penting yang akan menentukan keberhasilan proses pendidikan di sekolah. Oleh karena itu, kinerja yang nyata jauh melampaui apa yang diharapkan adalah kinerja yang menetapkan standar-standar tertinggi orang itu sendiri, selalu standar-standar yang melampaui apa yang diminta atau diharapkan orang lain.[1]

Selanjutnya, fenomena yang terjadi dalam organisasi yang paling mendasar dan dapat menjadi acuan dalam mengembangkan organisasi adalah kualitas internal dari organisasi tersebut, atau dapat diistilahkan dengan iklim organisasi. Iklim organisasi secara sederhana dapat diartikan sebagai persepsi seorang anggota dalam organisasi yang mencoba memahami suasana yang dirasakan oleh dirinya yang mempengaruhi dirinya dalam bekerja. Sebagai contoh adalah pengelolaan SDM, standar kerja, ketercapaian target, keterbukaan antar anggota dan pengakuan rekannya atas kemampuannya.[2]

Iklim organisasi yang positif menawarkan keseragaman yang dapat disetujui oleh beragamnya karakteristik individu dalam organisasi. Manfaat iklim organisasi yang positif dapat meningkatkan kualitas dalam bekerja, membangun hubungan positif antar anggota, membangun komitmen dan motivasi berorganisasi, serta dapat meningkatkan perilaku inovatif. Namun iklim organisasi yang negatif justru akan mengakibatkan adanya intensi untuk keluar dari organisasi, tindakan destruktif dalam perilaku ketidakpatutan dan bahkan perilaku kontraproduktif dalam berorganisasi.

Selain itu, iklim Organisasi menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi perspektif, kesejahteraan dan sikap seluruh anggota organisasi yang ada di dalamnya. Iklim Organisasi juga menyediakan platform yang berguna untuk memahami karakteristik organisasi, seperti : stabilitas, kreatifitas dan inovasi, komunikasi dan efektivitas. Hal ini tergambar dalam pernyataan Gangadhar Rao, dalam bukunya Organization Behavior, sebagai berikut :

Organizational Climate is a very important factor to be considered in studying and analysing organizations because it has a profound influence on the outlook, well being and attitudes of organizational members and thus on their total performance. Organizational Climate provides a useful platform for understanding characteristics of organizations as stability, creativity and innovation, communication and effectiveness etc.[3]

(Iklim Organisasi adalah faktor yang sangat penting untuk dipertim-bangkan dalam mempelajari dan menganalisis organisasi karena memiliki pengaruh besar pada pandangan, kesejahteraan dan sikap anggota organisasi dan dengan demikian pada total kinerja mereka. Iklim Organisasi menyediakan platform yang berguna untuk memahami karakteristik organisasi seperti stabilitas, kreatifitas dan inovasi, komunikasi dan efektivitas, dan lain-lain).

Jadi, iklim organisasi memiliki pengaruh besar pada kinerja seseorang, melalui dampaknya pada motivasi individu dan kepuasan kerja. Hal Ini terlihat dengan jelas dari beberapa jenis harapan seseorang terhadap konsekuensi yang ditimbulkan, dengan berbagai aktivitas yang beragam. Individu dalam organisasi memiliki harapan-harapan tertentu, dan upaya untuk memenuhi harapan ini sangat tergantung pada persepsi individu tersebut terhadap iklim Organisasi yang sesuai dengan pemenuhan kebutuhan mereka. Oleh karena itu, iklim organisasi akan melahirkan jenis lingkungan kerja, di mana individu merasa puas atau tidak puas. Karena kepuasan individu sangat berpengaruh dalam menentukan efisiensi dan efektifitas kerja seseorang, maka iklim organisasi dapat dikatakan berhubungan secara langsung dengan kinerja seseorang maupun kinerja organisasi secara keseluruhan.

Selanjutnya, jalan terbaik menuju iklim organisasi yang positif yaitu dengan menerapkan jalan transformatif, yaitu dimulai dari kepemimpinan. Menurut Stephen P. Robbins, “Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk pencapaian tujuan.”[4] Anoraga mengartikan kepemimpinan sebagai hubungan dimana satu orang yakni pemimpin mempengaruhi pihak lain untuk bekerja sama secara sukarela dalam usaha mengerjakan tugas-tugas yang berhubungan untuk mencapai hal yang diinginkan oleh pimpinan tersebut.[5] Sedangkan menurut Freeman, dan Gilbert, menyatakan “leadership is the process of directing and influencing the task related activities of group members”. Maksudnya, kepemimpinan adalah proses dalam mengarahkan dan mempengaruhi para anggota dalam berbagai aktivitas yang harus dilakukan. Lebih jauh lagi, Griffin membagi pengertian kepemimpinan menjadi dua konsep, yaitu sebagai proses, dan sebagai atribut.[6]

Selanjutnya, kinerja seorang guru akan optimal, jika pimpinannya (kepala sekolah) dapat mengatur dan membimbing guru-guru secara baik, sehingga guru-guru dapat melakukan tugasnya dengan penuh tanggung jawab; memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan bawahannya sehingga tidak ada keluhan dalam menjalankan tugasnya; menunjukkan kewibaan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat menjadi panutan dan dipatuhi oleh para guru maupun siswa; menetapkan dan sekaligus melaksanakan peraturan-peraturan yang logis dan sistematis, sehingga peraturan tersebut dapat diterima oleh semua pihak yang terkait dalam peningkatan kinerja para guru.

Pada akhirnya, kualitas dari seorang pemimpin seringkali dianggap sebagai salah satu faktor keberhasilan dan kegagalan organisasi. Ketika seorang guru berada pada kepemimpinan dan iklim organisasi yang baik, maka akan menimbulkan kemauan yang besar untuk melakukan suatu kegiatan yang menjadi kewajibannya dan bahkan tidak segan-segan melaksanakan tugas diluar perannya. Wallahu A’lamu Bishshawwab.

Ranah Pustaka :

[1]     Hamzah B. Uno & Nina Lamatenggo. 2014. Teori Kinerja dan Pengukurannya. Jakarta : Bumi Aksara. Hal. 60.

[2]     Stringer, Robert. 2002. Leadership and Organizational Climate: The Cloud Chamber Effect. New Jersey: Prentice Hall.

[3]     Gangadhar Rao, M. Rao V.S.P. Narayana, P.S. 1990. Organizational Behaviour. New Delhi : Konark Publication. Hlm.l.

[4]     Stephen P. Robbins. 1983. Essentials of Organizational Behavior. Prentice-Hall. Hlm. 112.

[5]     Anoraga, 2005. Pendekatan Kepemimpinan Lembaga Pendidikan. Surabaya : Usaha Nasional. Hlm. 2.

[6]     Usman Husaini. 2009. Manajemen Teori, Praktik dan Riset Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Hlm. 218.

SebelumnyaGuru & Kualitas Pendidikan Islam (1) SesudahnyaMetode Penafsiran Al Qur’an

Tausiyah Lainnya