SEKILAS INFO
  • 2 bulan yang lalu / Surat Edaran Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 & Transformasi Pemulihan Ekonomi Kota Bekasi Nomor 443.1/795/SET.COVID19.
  • 2 bulan yang lalu / Maka sejak 19 Agustus 2021 Masjid Agung AL BARKAH Kota Bekasi, di BUKA untuk Jama’ah UMUM.
  • 2 bulan yang lalu / Pemerintah Kota Bekasi dan DKM Masjid Agung Al Barkah Kota Bekasi mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriah 1443H dan HUT RI ke-76.
WAKTU :

Hakekat Terbelenggunya Setan Di Bulan Ramadhan

Terbit 24 April 2021 | Oleh : adminalbarkah | Kategori : Fiqih & Hukum Islam
Hakekat Terbelenggunya Setan Di Bulan Ramadhan

Tanya : Apa yang dimaksud dengan setan-setan yang dibelenggu di bulan Ramadhan? Bagaimana cara mencapai puasanya kaum shalihin jika dikaitkan dengan konteks sekarang?

Jawab : Hadis Nabi Saw yang menyatakan, “Apabila bulan puasa tiba, maka terbuka pintu-pintu surga, tertutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan terbelenggu”, dapat dipahami dalam pengertian majazi dan dapat juga secara hakiki.

Dalam pengertian majazi, hadis tersebut mengandung makna bahwa bulan puasa adalah bulan ibadah dan pendekatan diri kepada Allah. Di dalamnya Allah melimpahkan ganjaran yang luar biasa serta membuka pintu-pintu ampunan-Nya. Dengan sedikit amal saja, manusia dapat memeroleh ganjaran yang banyak dan ini mengantarkannya ke surga sehingga surga dalam bulan itu bagaikan selalu terbuka, neraka – karena banyaknya pengampunan Allah – bagaikan tertutup, dan setan-setan karena kesadaran manusia begitu tinggi, bagaikan terbelenggu.

Jika hadis tersebut dipahami secara hakiki, maka kita dapat berkata bahwa kedurhakaan muncul akibat godaan setan dan rayuan nafsu.

Di bulan puasa, memang setan terbelenggu, tetapi ada orang-orang yang hawa nafsunya tidak terkendali, mereka itulah yang melakukan kedurhakaan.

Ulama-ulama menjelaskan bahwa ada perbedaan antara godaan setan dan rayuan nafsu. Setan menggoda dengan tujuan merugikan manusia, atau paling tidak menjadikannya tidak beruntung. Karena itu setan dapat mengubah dari saat ke saat rayuannya jika gagal dalam rayuan pertama.

Ini berbeda dengan nafsu yang hanya ingin memuaskan dirinya, sehingga bila dia menginginkan sesuatu, ia tidak akan mengubahkan dan terus mendesak hingga keinginannya tercapai. Wallahu A’lamu Bishshawwab.

Sumber: Di akses dari <https://mjscolombo.com/makna-terbelenggunya-setan-pada-bulan-ramadhan/> pada 24 April 2021, yang merujuk pada M. Quraish Shihab, M. Quraish Shihab Menjawab 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui, cet. xiv, Lentera Hati, 2008, Jakarta, hlm. 171.

SebelumnyaHukum Menggosok Gigi dan Mencicipi Makanan Saat Berpuasa SesudahnyaPahala Ibadah Puasa

Tausiyah Lainnya