SEKILAS INFO
  • 2 bulan yang lalu / Surat Edaran Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 & Transformasi Pemulihan Ekonomi Kota Bekasi Nomor 443.1/795/SET.COVID19.
  • 2 bulan yang lalu / Maka sejak 19 Agustus 2021 Masjid Agung AL BARKAH Kota Bekasi, di BUKA untuk Jama’ah UMUM.
  • 2 bulan yang lalu / Pemerintah Kota Bekasi dan DKM Masjid Agung Al Barkah Kota Bekasi mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriah 1443H dan HUT RI ke-76.
WAKTU :

Membereskan Pikiran dan Hati di Bulan Suci (2)

Terbit 26 April 2021 | Oleh : adminalbarkah | Kategori : Filsafat Islam
Membereskan Pikiran dan Hati di Bulan Suci (2)

SELANJUTNYA, Puasa di bulan Ramadhan, merupakan salah satu solusi dalam mendidik hati nurani menjadi cerdas, tapi tentunya puasa yang di lakukannya itu harus benar-benar optimal dalam menjaga amalan hati. Karena tidak sedikit orang yang melakukan puasa tapi tidak menjaga hatinya, sehingga puasa yang di lakukannya itu tidak ada bekas dalam dirinya. Sebagaimana hadits Rasulullah Saw, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minum”. (HR.Bukhari, Ahmad dan yang lainnya). Sedangkan dalam hadits yang lain di sebutkan: “Betapa banyak orang yang berpuasa, bagian dari puasanya hanya lapar dan dahaga”. (HR. Ahmad).

Selain itu, dalam mengembangkan interaksi antar manusia, Puasa Ramadhan mampu memberikan bimbingan agar selalu mengutamakan integritas moral dalam perkataan dan perbuatan. “Siapa yang tidak meninggalkan perkatan dusta dan perbuatan buruk maka tidak ada bagi Allah Ta’ala nilainya dia meninggalkan makan dan minumnya”. (HR. Bukhari). Kemudian, hadits lain menjelaskan bahwa “Puasa bukan hanya menahan makan dan minum saja, akan tetapi puasa juga menahan dari perbuatan sia-sia dan perkataan kotor, maka jika ada yang mencercamu dan berbuat jahat kepadamu katakanlah : Sesungguhnya saya sedang puasa, sesungguhnya saya sedang puasa.” (HR. Ibnu Khuzaimah-Hakim). Dengan demikian, orang yang berpuasa akan selalu menghindari perbuatan yang munkar karena ia sadar kalau melakukan perbuatan keji dan munkar maka puasanya akan sia-sia. “Kamu adalah umat yang terbaik yang di lahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang baik (amar ma’ruf), dan mencegah dari perbuatan jahat, {nahi munkar}, dan beriman kepada Allah”. (QS. Ali-Imran:110).

Imam Al-Qasthalani Rahimahullah mengatakan, “Puasa itu mempunyai nilai-nilai yang tinggi. Diantara, dapat menjadikan hati kita lembut dan air mata gampang mengalir. Itulah yang dapat mendatangkan kebaikan, sesungguhnya kekenyangan itu akan menghilangkan cahaya kebajikan, dan menjadikan kerasnya hati serta mendorong untuk berbuat yang haram”

Amru bin Qais mengatakan, “Jauhilah kekenyangan, sebab hal itu menyebabkan kerasnya hati”. Harits bin Kaldah seorang dokter terkenal dari Arab mengatakan, “Menjaga makan adalah obat dari penyakit, sedangkan perut adalah sumber penyakit”. Dzun Nun Al-Misry mengatakan, “Buatlah lapar di siang hari dan dirikan ibadah di ujung malam, niscaya Anda akan melihat keajaiban dari yang Maha Merajai dan Maha Perkasa”. Yahya bin Muadz berkata, “Barangsiapa kekenyangan, maka dia akan malas untuk bangun malam”. Akhirnya, dampak berlebih-lebihan dalam makan dan minum adalah banyak tidur dan malas melaksanakan shalat tarawih dan membaca al-Qur’an. “Makan, minum, berpakaian, dan bersedekahlah tanpa di sertai berlebih-lebihan dan kesombongan”. (HR.Abu Daud-Ahmad).

Puasa yang kita lakukan pada bulan Ramadhan, oleh sebagian ahli dan dokter Barat kini di anggap sebagai “metode biologis efektif”. Untuk mempersehat diri. Otto Buchinger, Sr, MD, ahli terapi puasa dari Jerman mengatakan puasa bagai mengoperasi tanpa pisau bedah, alasannya puasa merupakan cara penyembuhan diri tanpa obat-obatan, termasuk di situ upaya menyiram keluar ampas yang kotor, menyelaraskan mengarahkan kembali sistem kerja tubuh dan relaksasi. Menurut riset, pada saat puasa kesehatan fisik seseorang memang meningkat. Berpuasa akan membuat sistem metabolisme tubuh seimbang, membuat tubuh merasa ringan, energi meningkat, dan fikiran makin jernih. Detoksifikasi lewat puasa akan banyak memberi keuntungan bagi kita, daya tahan, kekebalan tubuh dan vitalitas biasanya meningkat.

Selain itu, Dr. Ralhp Cinque, pemilik sebuah klinik terapi alami di Amerika melakukan terapi puasa sejak tahun 1976, dan mengungkapkan, bahwa puasa memberikan beberapa ke untungan dari segi kesehatan, yakni “meningkatkan detoksifikasi tubuh, saat tubuh menguraikan simpanan lemak dalam tubuh, saat itu pula timbunan racun dalam tubuh di kurangi, puasa menormalkan tekanan darah tinggi tanpa bantuan obat-obatan, setelah puasa tekanan darah tinggi seseorang akan normal bila tetap mengikuti gaya hidup sehat, puasa mempermudah seseorang dalam menghentikan kebiasaan buruk atau ketergantungan pada obat, puasa membersihkan kulit dan memutihkan, kemudian mata terlihat lebih cerah saat seorang sedang berpuasa”. Manfaat puasa dari segi kesehatan, ia bisa memberesihkan usus-usus, memperbaiki kinerja pencernaan, membersihkan tubuh dari segala endapan makanan, mengurangi kegemukan dan kelebihan lemak di perut

Kita tentu masih ingat bahwa jargon kesehatan yang dulu pernah viral di negri ini, yakni, “Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat,” sudah membuktikan korelasinya. Karena itulah, melalui tubuh yang sehat ini, mari kita bereskan pikiran dan hati kita, agar tubuh fisik kitapun bisa terjaga oleh pikiran dan hati kita, yang kekuatannya lebih dahsyat dalam merusak ataupun membuat sehat tubuh fisik kita sendiri !!?. Wallahu A’lamu Bishshawwab. Bekasi, 14 Juni 2017.

Sumber : Diakses melalui  : < https://www.kompasiana.com/wiradharmapurwalodra/5940aa2fff44bc655e063fc2/membereskan-fikiran-dan-hati-di-bulan-suci?page=all > pada 25 April 2021.

SebelumnyaMembereskan Pikiran dan Hati di Bulan Suci (1) SesudahnyaKonsepsi ZIS Sebagai Manifestasi Dakwah (1)

Tausiyah Lainnya